Mengaduh Pada Siapa?

By jee. Filed in Indonesia Ku  |  
TOP del.icio.us digg

imagesJujur, saya bingung harus mulai dari mana, entah sedang tidak ada ide atau malah terlalu banyak ide di kepala saya hahaha, yang jelas telinga saya terus mendengar irama berantakan dari suara keyboard yang saya ketikan :) , saat saya sedang berkelana dalam dunia maya, hinggaplah saya pada sebuah blog yang akhir-akhir ini sedang saya gemari, :) sebut saja si Ceritainspirasi, saya pun tahu blog ini ketika saya sedang berselancar ria dengan sahabat saya, well saya melihat sebuah postingan (lebih tepatnya sebuah lomba) bertemakan “Korupsi” (Bagi yang berminat silahkan menuju lokasi disini), hahaha sejujurnya saya langsung berkata dalam hati “Waduh, temanya kok korupsi yah, saya sih tidak berpengalaman, hahaha” tapi ternyata saya ikuti juga sehingga saya bisa menulis artikel singkat ini :) .

Oke langsung saja, setelah saya pikir-pikir saya bertanya-tanya, “Korupsi itu apa sih?” walau mungkin secara bahasa saya mengetahuinya, terlalu luas kata korupsi untuk di jabarkan, orang selalu mengidentikan korupsi dengan uang, politik, kekuasan dan sebagainya, tapi mereka salah! saya berfikir keras tentang makna dari korupsi itu sendiri, yah bisa kita lihat berita-berita di TV, pasti ada saja masalah tentang korupsi, tidak pejabat lah, ckckckck Langkah sudah banyak diambil tapi apa hasilnya, jika saya katakan cukup NIHIL (Kosong, tidak ada apa-apa), “lantas bagaimana menghilangkannya?”, saya katakan TIDAK BISA DIHILANGKAN!, bukan berarti saya kontra, tapi memang itu keadaanya, yang bisa kita lakukan adalah MENGURANGINYA. Penanya : “Oke, sekarang kembali ketema bung, menurut anda bagaimana cara menguranginya!” sebuah pertanyaan yang saya katakan dapat dijawab 50 banding 50, seperti pepatah yang pernah kita dengar “Berantas hingga ke Akar!”, bagi saya itulah solusinya! Penanya : “Lah, kita saja tidak tahu siapa dalangnya” Salah, dalangnya itu sudah jelas walaupun tidak terlihat!, nafsu dan kebiasaan, serta tentunya kesempatan, well untuk poin pertama nampaknya tidak perlu dijelaskan, untuk poin kedua dan ketuga adalah faktor kunci susksenya kita mengurangi korupsi! setelah saya pikir, kebiasaan adalah pola yang bisa membuat sebuah tindakan korupsi, alasannya sederhana, teman-teman dibiasakan untuk tidak bersikap jujur! maka sifat ini akan terbawa hingga teman-teman besar, sedangkan saya katakan “kesempatan” tidak lain dan tidak bukan, saya terinspirasi oleh salah satu narapidana faforit kita Bang Napi, sesuai yang dikatakannya “Kejahatan terjadi bukan hanya ada niat, tapi juga ada KESEMPATAN”, so kita pupuk penerus bangsa untuk menjadi pemimpin yang bermoral baik.

Penanya : “Hai bung, kita butuh solusi cerdas, itu sih kelamaan, bisa berkarat ini”

bang napiYah, mau bagaimana lagi, memang begitu adanya, kalau memang mau berantas, ya tutup dua faktor tersebut! perketat kesempatan korupsi dengan cara pemerinta memberi kesempatan pada kita (Masyarakat) syukur-syukur kita bisa ikut berpartisipasi (Bloger) dalam mengontrol salah satu bidang pemerinta, segala bentuk kejahatan langsung di tangani, dilaporkan ke pihak berwajib tanpa pandang bulu, tapi tetap ingat yang berwajib harus bertanggung jawab, jangan mau dibeli!

jamTerakhir, saya jadi ingat masalah korupsi terbesar saat ini, yaitu “WAKTU”, heem entah sadar atau tidak, banyak diantara kita korupsi tentang hal ini, dan tentunya para koruptor kotor disana juga lebih berkorupsi dengan waktu, seharusnya waktu yang dipakai untuk rakyat, malah dipakai untuk bersenang-senang dengan mobil dan rumah mewah yang sedang berdiri megah di samping gubuk reyot rakyat yang kelaparan, mau mengaduh nasib pada siapa?.
so saran terakhir, perketat pengawasan pada abdi rakyat, awasi kalau perlu dua puluh empat jam! jangan berfikir saya tidak tahu Hak mereka, tapi itu sudah jadi konsekuensi mereka menjadi abdi rakyat!

Penanya : “Yah, cape deh!! ane kira apa”

haha, maaf, maaf namanya juga hanya saran, jangan dimarahi, ngomong-ngomong kok postingan saya jadi rada kaku yah? haha, biarlah, sekali-kali ngak papa :D yang penting kita sebagai penerus bangsa, tidak ikut-ikutan rusak agar negara ini dikemudian hari akan jauh lebih baik :)

ILoveIndonesia

19 Comments

  1. Comment by tommy_bosnya-onyet^^:

    waw.. berat.. bahasannya…. klo ngomongin korupsi c… pasti gag ada ujung pangkalnya.. cus korupsi sendiri dianggap sebagai ceperan.. alias pekerjaan sampingan… hahahaha
    untuk memberantas korupsi cuma 1 yang dibutuhkan.. y kejujuran itu..
    yang dipertanyakan disini…
    masih adakh orang yg jujur… gag cuma dimulut.. tp di hatinya… ???

  2. Comment by jee:

    nah maka dari itu mas, dengan memupuk calon penerus bangsa, otomatis suatu saat pemerintah akan jatuh ditangan generasi kita, kalau generasi kita baik, ya pastinya baik juga :D

  3. Comment by Cerita Inspirasi:

    wow.. makasih banget atas artikelnya dan partisipasinya.. ^^

  4. Comment by jee:

    @cerita Inspirasi : haha, sama-sama mas, harusnya saya yang bilng terima kasih :D hehe

  5. Comment by Ajeng hp:

    haum!
    bahasanya~
    yah . .emang susah kalo g dari hati
    *sedang berkaca*
    *lho??

    nice post^^

  6. Comment by jee:

    @mbak ajeng : makasih mbak ajeng, namanya kita berusaha :D segalanya memang harus dalam hati :)

  7. Comment by putri:

    emang dijaman sekarang susah nyari orang yang mempunyai sifat jujur sejujur jujurnya, cz udh terlalu banyk yg menganggap korupsi itu sebagai habit.. ckck.. (masa depan suram!!)
    nice posting jem.. :)

  8. Comment by jee:

    @mbak putri : maka dari itu put, mari kita jadi penerus bangsa yang selalu optimis dan bermoral tinggi :D

  9. Comment by Deni:

    waah beraaaaaaaaaaaat bahasanya…hahaha,,tpi topiknya bgus nih..

  10. Comment by marina:

    susah emang berantas korupsi, dah jd kbiasaan sih. klo da kmpatan dikit pasti lgs bbeeet (sikat).
    tapi klo ga diberantas ya smakin merajalela, -_-’
    klo mo nyari org jujur di jaman skarang emang susah, tp ga usah nyari” org jujur dulu
    mending d mulai dr diri sndiri ( kita sudah jujur atau blum ?) klo blum buru” deh tobat
    biar jd generasi penerus yg bisa membanggakan :D

  11. Comment by Bayu Lebond:

    enaknya para koruptor itu disantet sumuk seumur hidup aja ya sam…

  12. Comment by badruz:

    semoga sukses lomba menulisnya….
    salam.

  13. Comment by jee:

    @mas Deni : makasih, ini cuma terinspirasi dari kekecewaan dan harapan saya aja kok :) hehe

    @mbak marina : tapat, jadi diri sendiri dulu, itu akan lebih baik dibanding menyuruh orang untuk jujur sendirinya malah ngak jujur, kita mulai dari diri sendiri, and semoga kedepan akan lebih baik lagi :)

    @mas bayu : haha bisa aja, bahaya main santet, nanti malah kesantet lagi :D hehe

    @mas badruz : makasih mas badruz :) salam sukses juga :)

  14. Comment by ivan kavalera:

    Para koruptor itu harus digantung biar cepat kering

  15. Comment by septirani:

    berkunjung :D
    salam kenal yah…

  16. Comment by PRof:

    Korupsi waktu neh kang, yang terkadang kita sendiri melakukan tapi tak menyadari….

  17. Comment by jee:

    @mas ivan : haha, jangan digantungm terlalu baik, diseret dan diayak saja :)
    @mbak septri : salam kenal juga, nanti aku kunjungi balik :D
    @mas prof : ia, terkadang kita tidak sadar kalau kita udah orupsi, ya itu, masalah waktu itu :(

  18. Comment by Celetukan Segar:

    Setiap kita paling tidak mempunyai kesadaran untuk tidak membiasakan diri bersikap korup!

  19. Comment by jee:

    @mas celetuk segar : bermula dari diri sendiri, lalu tularkan kepada yang lain, makasih udah mampir :D

Trackbacks / Pingbacks

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image